Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2009

seceng vs pekceng



Dari Kang mahfudz
Dari milis tetangga...

Konon, uang seribu (seceng) dan seratus ribu (pekceng) memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda.
Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali ke luar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik..

Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :

“Ya, ampiiiyuunnnn. ………..dari mana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor , lecet dan…… bau! Padahal waktu kitasama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan ….. Ada apa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :

“Ya, beginilah nasibku, kawan. Sejak kita ke luar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan kotoran ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke ‘baluang’ Inang-inang. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. …….”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:

“Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana , aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu.”

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : “Ya. Nasib kita memang berbeda.. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”

Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.

“Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir ditempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…..”



(terinspirasi dari sebuah obrolan)

Selasa, 09 Desember 2008

Mother is the best super hero in the world

Oleh : didik luv mom

Mumpung Ibu Masih ada, coba saat BELIAU tidur saat matanya terpejam kamu tatap wajahnya itu 5 menit saja, kamu akan tau bagaimana rasanya nanti bila wajah itu sudah tak ada di situ...

Lakukan apapun yang bisa kamu lakukan untuknya...

LAKUKAN SEKARANG teman2ku sayang, bukan besok atau 5 menit lg karena mungkin sekedip matamu dia akan pergi tak kembali...
Klo sudah terlanjur ga ada, yaaahhh jangan lupa doa ma TUHAN. Segala macam doa deh. Miss U Mum...
Luv U all

Ini adalah mengenai nilai kasih Ibu dari seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertuliskan sesuatu, si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu pergi ke warung: Rp20.000
2) Menjaga adik: Rp20.000
3) Membuang sampah: Rp5.000
4) Membereskan tempat tidur: Rp10.000
5) Menyiram bunga: Rp15.000
6) Menyapu halaman: Rp15.000
Jumlah: Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama:
1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan: GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu: GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu: GRATIS
4) Ongkos khawatir krn memikirkan keadaanmu: GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu: GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku: GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu". Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya: "Telah Dibayar"

LUv Mom I miss u forever
Mother is the best super hero in the world.

Sabtu, 22 November 2008

Kehilangan

Pernahkah kamu kehilangan sesuatu? Saya pernah. Suatu hari ponsel dan nomor kesayangan yang sudah 3 tahun setia menemani raib. Entah jatuh lalu dipungut orang, atau mungkin juga ada yang nekat mencopetnya. Nekat soalnya ponsel saya bukan keluaran mutakhir. Yang membuat saya berduka bukan hanya hilangnya ponsel, tapi juga nomor-nomor telepon semua kawan, relasi dan juga kegiatan beberapa bulan yang sudah teragendakan amblas sudah. Rasanya seperti kehilangan identitas.

Kata orang, kita baru menghargai sesuatu setelah ia menghilang. Itulah yang saya rasakan. Sesuatu yang kita anggap biasa karena sehari-hari menemani kita, justru meninggalkan duka begitu ia ‘pergi’. Persis seperti lagu Semua Tak Sama yang didendangkan grup musik Padi. Isinya tentang perasaan kehilangan seseorang.

Baru terasa cahaya hati
Mengingat apa
Yang telah kau berikan

Kehilangan bisa menjadi luka yang menganga lebar. Dalam novel macam Sam Pek Eng Tay, Romeo & Juliet, atau Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk, duka yang mendalam akibat ditinggal pergi sang pujaan hati bahkan mengantarkan seseorang pada kematian.

Bersedih adalah manusiawi, tapi larut dalam kesedihan takkan berarti. Kenangan indah adalah masa lalu sedangkan kita sekarang berada di hari ini dan akan melangkah ke depan. Dengan ataupun tanpa mereka yang telah pergi, waktu akan terus berjalan. Meratapinya hanya akan membuat kita semakin ketinggalan oleh jaman.

Agar kesedihan tak berlarut ada baiknya hadirkan keyakinan-keyakinan seperti di bawah ini:

  • Kehilangan adalah ujian
    Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,”(TQS 2:155) Artinya, setiap orang yang hidup pasti pernah, sedang dan akan merasakan berbagai ujian-ujian tersebut. Kita tidak sendirian menghadapi ujian dari Allah, semua orang di dunia juga mengalaminya. Untuk apa? Agar Allah bisa melihat kekuatan keimanan seseorang. Sama sekali bukan bad luck, nasib sial, atau Allah membenci kita.
  • Kita pasti bisa menghadapinya
    Allah tidak membebani seseorang melainkan sekedar kemampuannya“(2:286). Allah Mahaadil, Ia nggak akan pernah memberikan ujian melewati batas kemampuan dan seseorang. Saat kita kehilangan sesuatu, maka yakinkan diri bahwa kita akan baik-baik saja karena kita mampu menghadapinya.
  • Ada yang lebih berat, ada yang lebih kuat
    Seorang guru saya pernah bercerita kalau ia pernah merasakan begitu sedih ketika anaknya sakit. Berbulan-bulan putrinya tidak bisa beranjak dari tempat tidur. Namun perasaannya berubah sewaktu seorang perawat anaknya bercerita kalau anaknya juga pernah mengalami musibah; koma selama setahun!

Hmm, jangan pernah berpikir musibah yang menimpa kita adalah yang terbesar. Masih banyak orang yang mengalami kehilangan yang lebih besar lagi dibandingkan kita. Kalau kamu kehilangan uang 100 ribu, ada orang di dunia ini yang kehilangan uang jutaan rupiah, malah ada yang kehilangan orang yang mereka cintai. Dan banyak dari mereka yang lebih tabah menerima musibah itu.

Sobat Muda, tetap tegakkanlah kepala, duduk yang berwibawa, seperih apapun duka yang tersisa akibat kehilangan ia adalah penguji dan penguat iman kita. Semoga balasan yang lebih baik segera menjemput kita semua. Amin [januar]

Senin, 25 Februari 2008

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :

· Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.
· Bacalah Al-Qur'an
· tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.
· Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.
· Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.
· Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.
· Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.

· Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.
· Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.
· Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."
Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."
Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"

Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."