Jumat, 04 April 2008

Mutiara berharga buat saudara-saudaraku pengguna Internet

Renungan Buat Para pengguna Internet


Internet merupakan salah satu bukti kecanggihan tekhnologi yang di dalamnya terdapat manfaat, namun disisi lain terbukti bahwa kemudhoratan yang ditimbulkannya lebih besar dari maslahat atau manfaatnya apatah lagi jika digunakan oleh orang –orang yang tidak memiliki rasa takut pada Allah Azza wajalla.


Dampak negative yang ditimbulkan sangatlah banyak, dan anehnya bahaya tersebut lebih diketahui oleh orang-orang kafir sehingga mereka memberikan pengawasan ekstra ketat pada anak-anak mereka yang ingin menggunakan fasilitas internet yang terkadang dilalaikan oleh kebanyakan orang tua dari kalangan kaum muslimin, bahkan lebih dari itu mereka bahkan sangat terusik dan khawatir dengan semakin tersebarnya kerusakan lewat internet seperti situs-situs amoral yang penuh dengan muatan yang bersifat pornografi dan kekerasan yang sangat berpengaruh pada kejiwaan seorang anak, lalu bagaimana dengan kaum muslimin..?.

Semakin mudahnya sarana internet baik lewat warnet yang dapat dinikmati dengan dana yang relatif murah atau lewat cara yang lain seperti lewat fasilitas hp dsb sangatlah membahayakan akhlak dan moral generasi islam secara khusus, lewat sebuah angket ditemukan data sebagai berikut :” Menurut pengakuan sebagian pengelola warnet bahwa sebanyak 70 persen dari pengguna internet menggunakan sarana ini pada hal-hal yang diharamkan seperti untuk membuka situs-situs porno atau berkomunikasi dengan lawan jenis baik berupa chating (apatahlagi dengan fasilitas camera), atau pembicaraan langsung yang sekali lagi tarifnya sangatlah ekonomis, di Negara Amerika jumlah pengunjung situs-situs porno mencapai angka 85%, adapun di sebagian Negara-negara arab mencapai angka 95%, la hawla wala quwwata illa bilLah…

Saudaraku…..
Sesungguhnya Allah Azza Wajalla telah memberikan kita peringatan yang sangat keras untuk senantiasa berhati-hati dengan makar dan tipu daya musuh-musuh kita , di dalam Al-qur’an Allah Azza Wajalla berfirman, yang artinya:
“ dan orang-orang yahudi dan nasrani sama sekali tidak akan pernah ridho sampai kalian mengikuti agama mereka….” Al baqorah 130


Sesungguhnya solusi untuk mengatasi masalah ini bukanlah semata-mata dengan memblokir situs-situs berbahaya tersebut karena sesuai dengan hasil penelitian pada setiap tiga menit muncul 1 situs porno baru dan Universitas raja Abdul Azis Di Saudi Arabiah pada Fakultas Tekhnik memblokir kurang lebih seratus situs porno setiap hari –jazahumullahu khoiran- , maka solusi satu-satunya yang harus ditempuh adalah ketakwaan pada Allah serta muraqobah (merasa diawasi) oleh yang maha mengetahui apa yang Nampak dan yang tersembunyi di dalam dada, Allah berfirman, artinya;
“dialah yang maha mengetahui mata-mata yang berkhianat serta apa yang tersembunyi di dalam dada”. Ghofir 19.


Kecanduan internet
Yang namanya ketergantungan bukan hanya terbatas pada obat-obat terlarang namun akhir-akhir ini ada jenis ketergantungan jenis baru yaitu ketergantungan terhadap internet , dan diantara ciri-ciri pecandu atau ketergantungan internet adalah sebagai berikut :

1. Senantiasa ingin untuk ngenet.

2. Merasa tersiksa ketika ia meninggalkannya.

3. Terjadi kesenjangan dalam bergaul dengan lingkungan sekitarnya akibat perasaan sempit dalam dada.

4. Terjatuh pada perbuatan yang keji dan mungkar.

Saudaraku….
Jika anda menggunakan sarana internet maka perhatikanlah beberapa hal berikut ini :


1. Jangan biarkan sarana ini dikonsumsi oleh anak kecil, atau remaja yang baru menginjak masa pubertas, karena hal ini sangat membahayakan mereka baik dari segi kejiwaan maupun moral yang dapat mengakibatkan resiko yang sangat fatal yang tentunya tak seorang muslim pun yang meridhoinya.

2. Gunakanlah fasilitas ini pada hal-hal yang mendatangkan manfaat seperti untuk sarana dakwah dan keilmuan atau dalam rangka menyusun tesis atau risalah magister dan doktorah atau para dokter dan juga para du’at dsb, dan janganlah kita memperturutkan keinginan seperti hanya sekedar untuk melihat, membuka atau menguji kepiawaian dalam menggunakan fasilitas internet dst..

3. Hendaklah digunakan untuk mencari situs-situs islami yang dapat dipercaya kredibilitasnya terutama dari segi aqidah, atau manhajnya (seperti situs www.manhaj.or.id, www.muslim.or.id, www.jilbab.or.id).

4. Jangan anda tertipu dengan godaan syaitan yang menghiasi keikutsertaan anda dalam menggunakan fasilitas ini dengan hujjah untuk menjadikannya sebagai sarana dakwah sedangkan anda tidaklah jujur dengan hal tersebut (tanyakanlah hati anda,dan janganlah anda bertanya pada rumput-rumput yang bergoyang), dan jika anda ingin mengetahui tujuan anda menggunakan fasilitas internet maka lihatlah kebanyakan situs yan anda buka, apakah kebanyakannya adalah situs islami atau selainnya..?

Saudaraku…
Sampai kapan kita akan kehilangan agama dan jati diri jika kita masih tenggelam dalam dunia maya ini jika tujuannya untuk membuka situs-situs yang diharamkan dan menikmati -sebagaimana persangkaan mereka- gambar-gambar atau tontonan yang sangat jorok dan menjijikkan…?

Saudaraku…
Tahukah anda bahwa ketergantungan seseorang terhadap hawa nafsunya sampai ketika hatinya tertawan maka dapat menjerumuskan seseorang pada lembah kekufuran…,sebagaimana disebutkan dalam sebuah kisah yang bukan merupakan khayalan belaka, yaitu seseorang yang jatuh cinta pada seorang lelaki yang bernama Aslam sampai ia berusaha untuk senantiasa berjumpa dan melihatnya, sampai suatu hari ketika ia tidak melihatnya ia kemudian jatuh sakit, seseorang berjanji kepadanya untuk datang bersama dengan anak yang bernama Aslam tersebut, sampai pada hari yang dijanjikan ia pun datang dengan Aslam, namun ditengah perjalanan Aslam ragu dan memiliki firasat yang buruk sehingga ia berbalik arah dan tidak meneruskan perjalanannya untuk menjumpai orang tersebut, ketika sampai kabar kepadanya bahwa Aslam tida berkenan menjumpainya ia kemudian mendendangkan sebait sya’ir :

Perjumpaan dengannya sangatlah aku rindukan
Lebih dari kasih sayang sang Pencipta yang maha Agung

Ia kemudian mati dalam keadaan seperti itu..

Saudaraku….

Sejauh manakah komitmen kita untuk menjadikan para salaf sebagai panutan kita…..salah seorang ulama yang bernama Rabi’ bin khaitsam rahimahullah senantiasa menundukkan mata dan pandangannya sehingga para wanita mengira bahwa beliau adalah seorang yang buta, Ibnu Sirin pernah berkata : “ demi Allah saya tidak pernah mengkhayalkan seorang wanita pun baik pada saat saya tertidur atau terjaga kecuali Ummu Abdillah (istri beliau), pernah saya melihat seorang wanita dalam mimpi namun ketika saya mengingat bahwa ia tidaklah halal bagi saya, saya pun menundukkan pandangan”..Subhanallah..!!

Saudaraku…
Jika tiba-tiba pandangan anda jatuh pada sesuatu yang diharamkan maka ketahuilah sesungguhnya hal itu adalah merupakan awal dari sebuah perang yang sangat dakhsyat maka segeralah bentengi diri anda dengan ayat berikut, artinya:

“katakanlah kepada para mukmin laki-laki agar mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka da menjaga kemaluan-kemaluan mereka hal tersebut lebih suci bagimereka sesungguhnya Alla maha mengetahui apa yang mereka lakukan”. An Nur 30.

Insya Allah, niscaya Allah akan mencukupkan dan memberikan kemenangan pada hamba-hambaNya yang beriman…

Saudaraku…
Jika anda telah meletakkan jari jemari anda untuk mulai membuka sebuah situs maka ketahuilah sesungguhnya Allah lebih dekat pada anda dari tombol ENTER yang hendak anda tekan…bahkan lebih dekat dari urat nadi anda sekalipun, Dialah yang maha mengetahui apa yang nampak dan yang tersembunyi, lihatlah wahai saudaraku….jika situs yang hendak anda buka terdapat sesuatu yang dapat mendatangkan kemurkaan yang Maha Kuat dan Perkasa, maka dengarkanlah seruan ini :
“wahai kaumku sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah perhiasan dan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal (39). Barang siapa yang mengerjakan keburukan maka ia tidak mendapatkan ganjaran melainkan seperti apa yang diperbuatnya dan barang siapa yang mengerjakan kebajikan dari kaum lelaki maupun kaum wanita maka mereka akan masuk kedalam surge dan mendapatka rezki yang tiada batasnya”. Ghofir 39-40.


Adapun jika situs yang hendak anda buka di dalamnya ada ketaatan atau ilmu yang bermanfaat atau berita tentang kaum muslimin maka lanjutkanlah dengan keberkahan dari Allah dan giatlah dalam jalan dakwah, dan berhati-hati jangan sampai anda terjatuh pada apa yang diharamkan oleh Allah, hanya kepada Allah kita memohon agar mengumpulkan kita sekalian dalam syurganya dan melindungi kita dari kejahatan fitnah baik yang Nampak maupun yang tersembunyi….

Wallahu a’lam bis showab…
Diterjemah dari majalah Al Istiqomah Edisi Rabiul awwal, Jam’iah kitab was sunnah Sudan dengan beberapa perubahan.

Rasulullah bersabda : “ada dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka, mata yang menangis karena takut pada Allah dan mata yang berjaga-jaga di jalan Allah…”(silsilah shohihah 2673).

“barangsiapa yang bersabar dengan mengekang syahwatnya sesaat maka ia akan menikmati kesenangan selamanya, barangsiapa yang tidak bersabar dengan dorongan syahwat sesaat maka ia akan merasakan penderitaan dan penyesalan yang abadi”…..
(Abu Uweis, Mahasiswa International University of Africa, Khartoum Sudan. www.wahdah.or.id)


Maraji'

Senin, 03 Maret 2008

Kematian Hati

Oleh: Alm. K.H. Rahmat Abdullah

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih.Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu. Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang. Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

Asshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka", ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata. Dimana kau letakkan dirimu?

Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.

Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan engkau meni'matinya? Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU , 25% mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan.

Mungkin engkau mulai berfikir "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh" Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu. Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat" ? Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan " Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?"

Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana ?

Sekarang kau telah jadi kader hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau akan dihadang tantangan : sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa. Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng engatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah? Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua" Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da'wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa "westernnya". Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku". Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri. Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk.
Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini datang "pemimpin" ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, "toko emas berjalan" dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi selera-ku"

Tausyiah indah dari sang guru untuk menjadi perenungan bagi diri yang dhoif & hati yg penuh noda ini..
Allahu Rabbuna..
Bimbing kami dalam cahaya-Mu

Tajarrud (Totalitas)

Siapapun yang telah berazam dan ‘meneken kontrak’ menjadikan jihad dan dakwah sebagai jalan hidupnya, lalu berfikir dapat keluar dari kesibukannya untuk sejenak mengambil nafas dan jarak terhadapnya, maka ia adalah penabur benih yang akan ditunainya dalam panen raya kekecewaan dan penyesalan.

Kecewa karena selalu mengenyam rasa pahit, perih dan terbebankan dalam berkorban dan menyesal karena hidup santai, sikap cari selamat dan menghindar dari pengorbanan telah mengalahkan totalitas (tajarrud) sebagai kemutlakan sikap dakwahnya. Kelezatan berkorban yang seharusnya jadi impian setiap da’i seyogyanya dapat diraihnya langsung dari mujahadah (usaha keras), qana’ah (rasa penerimaan) dan ridha menghadapi segala cobaan di jalan dakwah. Bukankah seraut wajah remaja tampan Yusuf begitu memikat bagi perempuan-perempuan Mesir, sampai mereka tak merasakan sakitnya mengiris-iris jari sendiri?


Kalau ada sesuatu yang sangat menyita perhatian dan menuntut pengorbanan, itulah cinta. Tak ada bukit yang cukup tinggi, tak ada lautan yang cukup dalam, tak ada luka yang cukup pedih bila cinta kekasih telah memenuhi seluruh relung hati.

Ya, bayangan kekasih merambat malam-malam

Membuatku begadang

Dan cinta menghadang sakit dengan segala senang

(Al Bushiri, Burdah)

Betapa kerinduan Al Khalil Ibrahim alaihissalam meradang meniti kurun usia lebih dari sepuluh windu, sampai Allah memberinya Ismail ‘alaihissalam, putera yang lurus lagi suci. Belum lagi puas menimang buah hati sibiran tulang, ia harus mengarungi ribuan mil padang pasir tandus arah selatan untuk meletakkan anak dan isterinya di lembah yang tak bertanaman, di sisi rumah-Nya yang dimuliakan (QS. Ibrahim: 37). Tanpa sanak saudara, tanpa tetangga, tanpa penduduk, tanpa lahan pertanian, selain sekantung makanan dan minuman yang hanya cukup untuk hari itu. Adakah tafsir lain dapat memaknai semua ini selain keinginan Allah untuk menjadikannya khalil (kekasih sehabis kasih), yang hatinya hanya boleh terisi oleh satu kata: Allah.

Mental Ayam Negeri dan Medan Da’wah yang Keras

Dakwah telah dikenal bertabiat "thuulu’t thariq, katsratu’aqabat dan qillatur rijal" (jalanannya panjang, hambatannya banyak dan tokoh pendukungnya sedikit). Bila da’inya bermental ayam negeri yang tak tahan angin, mudah kena sampar dan mengandalkan jatah makanan olahan, maka kiamat dakwah sudah terdengar serunainya.

Ada saat Abu Bakar mengeluarkan dana besar untuk membebaskan budak, sebagai wujud ukhuwah dan pancaran kematangan iman. Ada saat Rasulullah SAW memberikan pembelaan dengan sejumlah kata, karena kata itulah yang diperlukan dan kata itulah yang dapat ditemukan. Itulah saat beliau menjawab rintihan Khabbab yang remuk disiksa musyrikin Quraisy. "Orang-orang sebelum kalian digergaji kepala mereka sampai terbelah dari kepala hingga bagian bawah tubuhnya. Ada yang disisir dengan sisir besi, menusuk ke bawah kulit dan daging, semua itu tak berhasil menjauhkan mereka dari iman. Demi Allah, Ia pasti akan menyempurnakan agama ini sehingga seorang pengendara dapat berjalan sendirian melintas padang pasir dari Shana’a ke Hadhramaut, tak satupun yang ditakutinya kecuali Allah, tetapi kalian tergesa-gesa."

Sedikit di antara mereka yang berjalan di atas permadani, makanan dari roti lembut dan tidur nyenyak di atas tilam sutera, mampu mengubah dunia dengan perjuangan yang keras dan sungguh-sungguh. Pilihan hanya satu, tauhid atau syirk, taat atau maksiat.

Aku tak peduli ketika dibunuh sebagai muslim

jasadku jatuh dimana.

Bila Tuhan menghendaki dengan izin-Nya

Ia akan berkahi kepingan tubuh yang koyak

(Abdulah bin Rawahah, RA)

Ketika pembebasan telah terjadi, seorang aktifis dakwah hanya punya satu pilihan, dakwah atau tidak sama sekali. Ketinggian adab mereka kepada Allah sampai membuat mereka merasakan malu kepada-Nya untuk berfikir, bertindak atau berkhayal di luar syariah. Mereka orang dengan langkah berderap di bumi sedang jiwa mereka melayang di langit.

Tajarrud dan Fanatisme Buta

Tak ada manfaat keyakinan dakwah yang penganutnya ragu-ragu memasyarakatkan dan membelanya. Kadang seorang kader menjadi gamang diserang tuduhan fanatik, sektarian atau fundamentalis, padahal para penuduh itu sendiri tak mengerti ucapan yang mereka bunyikan.

Ketika dengan kejernihan bashirah (mata hati), ketajaman argumentasi dan pertanda-pertanda yang tak dapat diragukan, seharusnya mereka maju, karena para pembela kebatilan membelanya dengan yakin, bangga dan penuh percaya diri. Ada sejenis kecurangan, dusta dan kepengecutan, ketika para penuduh itu melancarkan vonis-vonis sejenis itu. Mereka adalah fanatikus, setidaknya dalam menyerang apa yang mereka sebutkan sebagai fanatisme. Siapa yang tidak berpegangan kepada suatu, termasuk pada penolakan atas sesuatu tanpa bashirah, ia adalah fanatikus. Jadi mereka sebenarnya bermusuhan dengan diri mereka sendiri, bukan dengan siapa-siapa.

Tajarrud, istilah dakwah bagi totalitas memberikan ruang seluas-luasnya bagi para da’i untuk berkiprah. Bila ia tak punya lagi orbit tempat beredar, maka ia harus menjadi orbit dan kutub, memimpin lingkungan dalam gerak keabadian ibadah. Inilah yang dilakukan Khalifah pertama, Abu Bakar Shiddiq, radhiyallahu ‘anhu. Ayat 144 surat Ali Imran yang dibacakannya untuk mengingatkan hakekat kehidupan, betapa Muhammad SAW tetaplah seorang Rasul manusia, ada batas bagi hidupnya. Namun lebih dari itu, ayat tersebut bermakna, risalah tak boleh berhenti, aspek pemerintahan, peradilan dan berbagai tugas yang diperankan Rasululah SAW -kecuali menerima wahyu- tetap harus berjalan.

Para "Desertir"

Ketika seorang santri, kyai atau da’i mulai menjalani dakwahnya dengan perasaan jenuh, syetan mulai menyusupkan lupa akan tabiat dakwahnya. Berikutnya bila tak ditemukan penawar awal ia akan kehilangan rasa santun, kasih, baik sangka dan empati. Di mulutnya mulai kelihatan duri. Di matanya banyak wajah nampak menyeringai. Di telinganya lidah ular mendesis-desis. Di hatinya, semua orang yang berbeda adalah musuh yang harus dibantai.

Lihatlah Bal’am yang kisahnya harus dibacakan dan riwayatnya harus dikisahkan tak beroleh manfaat apapun dari ilmunya yang banyak dan mendalam tentang ayat-ayat (QS. Al-Araf: 175-176). Bagaikan anjing, ia selalu menjulur. Sorongkan tangan yang dengan jam, cincin dan segala perhiasan yang bernilai miliaran dan lemparkan jauh-jauh sekerat tulang dengan sedikit daging. Ia tak akan terpesona memandang kilau perhiasan, melainkan berlari sejauh-jauhnya untuk mengejar tulang. Bahkan kerap terjadi ia akan terjun ke kolam merebut tulang dari mulut rekan yang tak lain dari bayang-bayang dirinya sendiri.

Mulialah ahli Madinah, kaum Anshar yang lebih mencintai saudara mereka sendiri kaum Muhajirin, pengikut jujur dakwah. Belum lagi sang Rasul berhijrah ke negeri mereka, setiap rumah Madinah sudah rata memiliki banyak penghuni muslim. "Fi kulli duri’l anshar khair", di setiap rumah Anshar selalu ada kebajikan", demikian pesan Rasulullah SAW.

Salman Al Farisi tak kehilangan tajarrudnya dengan mengusulkan taktik pertahanan Khandaq, benteng galian yang biasa dibuat bangsanya di tanah Persia. Ummu Salamah juga tetap dalam keutuhan tajarrudnya ketika menceritakan patung-patung yang dilihatnya di negeri Habsyah. Pun Rasulullah SAW tak meragukan keimanan Umar bin Khattab yang membawa selembar Taurat dari teman Yahudinya. Juga tidak meragukan Ummu Salamah dengan’cita rasa’ seninya yang tinggi. Tetapi pendidikan tajarrud yang kita dapatkan dari berbagai peristiwa sejarah telah mengajarkan kita betapa aspek ini tak dapat disikapi ringan, apalagi main-main. Wallahu’alam.



sumber: beranda.blogsome